Skip to main content

Panduan Umat Islam dalam menjalankan tuntunan ibadah sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah.

Beramal Tidak Sesuai Syari’at Allāh Subhānahu wa Ta’āla

Sate Kambing adalah makanan yang lezat, cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh ketika mengunjungi seorang teman.

Namun, saya pastikan di banyak kondisi, sate kambing tersebut tidak akan disentuh oleh teman kita, ketika ia sedang menderita sakit darah tinggi.

Coba kita renungkan!

Apakah sate itu tidak enak?

Apakah sate itu tidak lezat?

Apakah sate itu tidak bergizi?

Tidak diragukan lagi, sate adalah makanan yang lezat, enak lagi bergizi. Namun teman kita tidak mau memakannya karena ada alasan lain, yaitu darah tinggi yang sedang dideritanya.

Begitu juga amalan ibadah yang tidak Allāh syar'iatkan, yang tidak Allāh tuntunkan.

Mungkin bagi yang mempersembahkan amalan tersebut menyangka:

√ Itu adalah suatu kebaikan.

√ Itu adalah amal shālih

√ Itu adalah ibadah yang mendatangkan pahala

Akan tetapi, ketika Allāh Subhānahu wa Ta'āla memiliki alasan lain untuk menolaknya, tetap amalan itu akan tertolak walaupun baik menurut seorang hamba.

Bahkan ketika seorang berpuasa, pada hari raya, ia tidak mendapatkan pahala, bahkan ia mendapatkan dosa.

Apakah karena puasa bukan ibadah?

Kita katakan, puasa adalah ibadah, namun tidak sesuai syar'iat Allāh Subhānahu wa Ta'āla ketika dilakukan pada hari raya.

Jika puasa saja yang merupakan ibadah, namun ketika tidak sesuai syar'iat dilakukan pada waktu-waktu yang terlarang akan tertolak, bahkan seorang akan mendapatkan dosa.

Apalagi jika ada ibadah yang belum bisa dipastikan itu adalah ibadah. Tentu sangat mungkin untuk ditolak.

Dan terkait orang-orang yang beramal tanpa syar'iat Allāh, Allāh pun berfirman.

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

"Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu selain Allāh yang membuatkan syar'iat ibadah dalam agama yang tidak diizinkan Allāh ?" (QS. Asy-Syūrā : 21)

Ini adalah pertanyaan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla kepada kita semua. Apakah kita akan beribadah dengan syar'iat Allāh atau dengan syar'iat makhluk lain.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam juga bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang beramal ibadah (ingin mendekatkan diri kepada Allāh) namun dengan cara yang tidak kami perintahkan, maka amalan tersebut tertolak."

Sehingga,

√ Saat Anda ingin beramal.

√ Saat Anda ingin mendekatkan diri kepada Allāh.

√ Saat Anda ingin pahala dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Maka beramal dan beribadahlah berdasarkan perintah dan syar'iat Allāh Subhānahu wa Ta'āla, jangan mengada-ada. Jangan sampai nasib anda seperti seorang yang membawakan sate kepada teman yang sedang menderita darah tinggi.

Satenya enak, lezat dan bergizi, namun tidak disentuh sama sekali oleh temannya.

Dan pada bulan Sya'bān ini ada beberapa amalan yang tidak ada contohnya dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan in syā Allāh  akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya.

Semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar