Skip to main content

Panduan Umat Islam dalam menjalankan tuntunan ibadah sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah.

Masturbasi Halal, Tapi Ada “Tapi”-nya

Tulisan Tamu, Istilah masturbasi merujuk pada aktivitas seksual yang dilakukan secara mandiri untuk memuaskan dorongan seks yang muncul.  Masturbasi tidak mengenal gender, artinya bisa dilakukan pria maupun wanita. Bagi pria lebih sering digunakan istilah onani, sedangkan masturbasi lebih umum namun lebih sering merujuk kepada wanita.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh pakar medis dari University of Sydney dan colleague Spring Chenoa Cooper mengungkapkan bahwa sebanyak 94 persen pria dan 85 persen wanita sering melakukan masturbasi secara rutin. Walaupun penelitian ini tidak dilakukan dengan subjek orang Indonesia, namun sudah cukup memberikan gambaran kecenderungan perilaku masturbasi baik pria maupun wanita.

Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Sebagaimana halnya seorang muslim diwajibkan untuk menjalankan dan menaati setiap aturan atau hukum agama islam, jika tidak maka akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang fasik atau dzalim. Lantas, bagaimana hukum masturbasi sendiri? Apakah melanggar aturan agama islam?

Tentu saja, kita tidak bisa asal memutuskan hukum dengan pikiran kita sendiri, melainkan dengan merujuk pendapat dan ijtihad ulama. Namun, bukan sembarang ulama, biasanya dinisbatkan kepada 4 ulama mahzab yaitu Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Hanafi, dan Imam Hambali. 

Pendapat ulama Syafi’i dan ulama Maliki

Menurut pendapat ulama Syafi’i dan ulama Maliki, hukum masturbasi adalah haram. Ulama-ulama Syafi’i dan Maliki menguatkan pendapatnya berdasarkan 2 hadist Nabi berikut ini,

“Ada tujuh golongan yang tidak akan dilihat (diperhatikan) Allah pada hari Kiamat, tidak akan dibersihkan, juga tidak akan dikumpulkan dengan makhluk-makhluk lain, bahkan mereka akan dimasukkan pertama kali ke neraka, kecuali jika mereka bertobat, kecuali mereka bertobat, kecuali mereka bertobat. Siapa saja yang bertobat, Allah akan menerima tobatnya. Satu dari tujuh golongan itu adalah orang yang menikah dengan tangannya (onani).” (Lihat: al-Baihaqi, Syu‘ab al-Iman, jilid 7, hal. 329).

“Orang yang menikah dengan tangannya akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tangan terikat,” (HR al-Baihaqi). 

Pendapat ulama Hanafi dan ulama Hambali

Menurut pendapat ulama Hanafi dan ulama Hambali, hukum masturbasi bergantung pada situasi bisa haram, bisa boleh. 

Menurut ulama Hanafi dan ulama Hambali, masturbasi dihukumi haram jika hanya untuk menciptakan kesenangan dan mengumbar syahwat saja. Namun jika dilakukan atas sebab pasangan sah tempat menyalurkan syahwat tidak ada (karena suatu kondisi sehingga berjauhan) sementara khawatir terjerumus kedalam zina, maka masturbasi menurut ulama Hanafi tidak dipermasalahkan. Singkatnya, menurut pendapat kedua mahzab ini memiliki dua sisi: boleh karena darurat dan haram karena masih ada solusi terbaik, yaitu puasa. 

Kesimpulan

Hukum masturbasi tidaklah tunggal, ada yang mengharamkannya, ada juga yang membolehkannya dengan syarat. Bagaimana pun, masturbasi adalah perbuatan yang tidak terpuji, maka tidak heran ulama-ulama mahzab Syafi’i dan Maliki mengharamkannya secara mutlak. Walaupun tidak menghukumi secara mutlak, ulama-ulama mahzab Hanafi dan Hambali tetap lebih cenderung mengharamkannya, meskipun ada sedikit kelonggaran tapi hanya berlaku di kondisi darurat. Tidak lain hanyalah mengambil bahaya yang lebih ringan dari bahaya yang lebih besar, yaitu zina.

Melakukan masturbasi tetaplah berdosa, sebagaimana perbuatan dosa seringan apapun dosanya jika dilakukan terus menerus tentu dosa itu akan menggunung dan boleh jadi melebihi dosa zina. Oleh karena itu, lebih baik kita menjauhi diri dari perbuatan yang seperti itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan solusi untuk kita yaitu dengan menikah, dengan menikah maka syahwat kita tersalurkan secara benar. Namun, jika belum mampu kita dituntun untuk memperbanyak berpuasa. Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharieq.

(Penulis : Riza Prasetyo)

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar