Skip to main content

Panduan Umat Islam dalam menjalankan tuntunan ibadah sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah.

Zakat Ternak Kambing

Dan kita sudah masuki pada zakāt الغنم Al Ghanam (zakāt tentang kambing). Apabila seseorang memiliki hewan piaraan kambing (peternakan kambing) maka di sana ada zakāt dan ada aturan zakātnya.

Berkata penulis rahimahullāh:

(( وأول نصاب الغنم أربعون وفيها شاة جذعة من الضأن أو ثنية من المعز))

Nishāb yang pertama mulai dikenakan zakāt tatkala mencapai 40 ekor, maka dikeluarkan satu ekor kambing جذعة (jadza’ah) dari jenis الضأن (dha’n) atau dikeluarkan satu ekor kambing jenis al ma’iz (المعز).

⇒ Kambing jadza’ah(جذعة) adalah kambing yang berumur satu tahun dan masuk dua tahun.

⇒ Kambing ma’iz (المعز) adalah kambing yang berumur dua tahun masuk ketiga tahun.

Hal ini berdasarkan hadīts Suwaid bin Ghaflah radhiyallāhu ta’āla ‘anhu, beliau berkata:

حديث سويد بن غفلة : سمعت مصدق النبي صلى الله عليه وسلم يقول : { إنما حقنا في الجذع من الضأن ، والثنية من المعز } (أحمد وأبو داود والنسائي)

Kata beliau (Suwaid bin Ghaflah):

“Bahwasanya saya mendengar orang yang ditugaskan untuk mengambil zakāt oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, berkata bahwasanya haq kami (yaitu) hak untuk dikeluarkan zakāt dari الضأن adalah جذعة atau الثنية.”

(Hadīts riwayat Ahmad, Abū Dāwūd, An Nassā’i)

Berapa jumlah zakāt apabila hewan ternak tersebut jumlahnya bertambah?

Berkata penulis rahimahullāh:

(( وفي مائة وإحدى وعشرين شاتان))

“Dan apabila mencapai 121 maka zakāt nya adalah 2 (dua) ekor kambing.”

(( وفي مائتين وواحدة ثلاث شياة))

“Dan apabila mencapai 201 ekor maka zakātnya adalah 3 (tiga) ekor kambing.”

(( وفي أربعمائة أربع شياة))

“Dan bila sudah mencapai 400 ekor maka zakātnya adalah 4 (empat) ekor kambing.”

((ثم في كل مائة شاة))

“Kemudian setelah itu setiap kelipatan 100 ekor zakātnya adalah satu ekor kambing.”

Jadi ukurannya atau kadarnya:

⑴  Mulai  40 sampai 120 ⇒ satu ekor kambing.

⑵ Mulai 121 sampai 200 ⇒ dua ekor kambing.

⑶ Mulai 201 sampai 399 ⇒ tiga ekor kambing.

⑷ Mulai 400 ke atas ⇒ Setiap kelipatan 100 adalah satu ekor kambing.

Hal ini berdasarkan kitāb yang ditulis oleh Abū Bakar radhiyallāhu ta’āla ‘anhu tentang zakāt.

Kata beliau (Abū Bakar radhiyallāhu ta’āla ‘anhu):

وَفِى صَدَقَةِ الْغَنَمِ فِى سَائِمَتِهَا إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ شَاةٌ، فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ إِلَى مِائَتَيْنِ شَاتَانِ، فَإِذَا زَادَتْ عَلَى مِائَتَيْنِ إِلَى ثَلاَثِمِائَةٍ فَفِيهَا ثَلاَثٌ، فَإِذَا زَادَتْ عَلَى ثَلاَثِمِائَةٍ فَفِى كُلِّ مِائَةٍ شَاةٌ، فَإِذَا كَانَتْ سَائِمَةُ الرَّجُلِ نَاقِصَةً مِنْ أَرْبَعِينَ شَاةً وَاحِدَةً فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ، إِلاَّ أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا

“Adapun zakāt kambing maka antara 40 sampai 120 adalah satu ekor kambing, kalau lebih dari 120 (yaitu) 121 sampai 200 ekor maka dua ekor kambing, kalau bertambah dari 200 sampai 300 maka tiga ekor kambing, maka apabila bertambah diatas 300 sampai 400 maka setiap kelipatan 100 adalah satu ekor kambing.

Maka kata beliau bila kambing-kambing tersebut kurang dari 40 ekor (walaupun kurang satu) maka tidak ada zakāt bagi kambing-kambing tersebut kecuali apabila pemiliknya menghendaki untuk tetap mengeluarkan maka itu adalah keutamaan dari dia.”

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar