Skip to main content

Hukum Melempar Jumroh di Hari-Hari Tasyrik Bagian 2

Beberapa Perkara dan Hukum Berkaitan Dengan Amalan Melempar Jumroh di Hari-Hari Tasyrik Bagian 2

1⃣5⃣. Waktu melempar 3 Jumroh pada hari-hari Tasyrik dimulai setelah tergelincirnya matahari / datang waktu shalat dzuhur, dan tidak boleh sebelumnya karena Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam melempar pada 3 hari tersebut setelah tergelincirnya matahari,

➡ Sedangkan Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam telah berkata :

“Hendaklah kalian mengambil dariku manasik kalian” (HR Muslim).

➡ Dan berkata Jabir Ibnu Abdillah :

“ Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam telah melempar Jumroh pada hari Kurban di waktu Dhuha, adapun yang setelahnya maka beliau melemparnya setelah tergelincir matahari” (HR Muslim) .

➡ Dan didalam shahih Bukhari dari Abdullah Ibnu Umar rhadiyallahu anhuma, beliau berkata :

“Kami dahulu menunggu, maka apabila tergelincir matahari kamipun melempar”.

➡ Al Imamum Malik didalam kitab beliau Al Muwatho, dari Nafi’ bahwasayanya Abdullah Ibnu Umar -beliau mengatakan :

“Jumroh tidak boleh dilempar pada 3 hari tersebut sampai tergelincir matahari”.

➡ Berkata at-Tirmidzi setelah mengeluarkan hadits Jabir didalam Sunan-nya :

“Dan pengamalan hadits ini menurut sebagian besar ulama, bahwa setelah Hari Raya, Jumroh tidak dilempar kecuali setelah tergelincirnya matahari”

1⃣6⃣. Orang yang tidak sempat melempar sebelum tenggelam matahari, maka dia melempar Jumroh di malam hari, dan selesai waktunya bila datang waktu Subuh hari berikutnya, karena Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam telah memberikan keringanan kepada para penggembala untuk melempar di malam hari (HR al-Baihaqi dengan sanad yang hasan dari Abdullah Bin Umar).

1⃣7⃣. Waktu melempar pada tanggal 13 Dzulhijjah selesai setelah tenggelam matahari, dan tidak boleh melempar setelah tenggelam matahari.

1⃣8⃣.Jemaah Haji melempar 3 Jumroh berurutan dimulai dengan Shugro, kemudian Wustho, kemudian Kubro / Aqobah, dan tidak boleh dibalik.

1⃣9⃣. Setelah selesai melempar Jumroh Shugro dan Wustho maka berdiri lama menghadap Kiblat dan berdoa disertai mengangkat kedua tangan. Adapun setelah Jumroh Kubro maka tidak berdiri dan tidak berdoa sebagaimana hal ini diterangkan didalam Hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh al Imam al Bukhari rahimahullah.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar