Skip to main content

Panduan Umat Islam dalam menjalankan tuntunan ibadah sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah.

Hukum Amalan di Hari Kurban atau tanggal 10 Dzulhijjah Bagian 01

Beberapa Perkara dan Hukum yang Berkaitan dengan Amalan yang dilakukan di Hari Kurban atau tanggal 10 Dzulhijjah.

1⃣ Amalan yang dilakukan di hari kurban atau tanggal 10 Dzulhijjah :

a. Melempar jumroh aqobah

b. Menyembelih Hadyu

c. Memendekkan rambut / menggundulnya

d. Thawaf Ifadhah kemudian Sa’i setelahnya bagi yang memiliki kewajiban Sa’i.

Dan Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam telah melakukannya dengan urutan diatas.

2⃣ Sebagian Sahabat ada yang melakukan amalan-amalan diatas tidak dengan urutan yang dilakukan oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam :

➡ ada yang menggundul rambut sebelum menyembelih

➡ ada yang menyembelih sebelum melempar

➡ ada yang menggundul sebelum melempar

➡ ada yang thawaf ifadhah sebelum melempar

➡ ada yang melempar di sore hari

➡ ada yang sa’i sebelum thawaf

Dari Abdullah Ibnul Amr Ibn Ash :

“Bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berdiri ketika Haji Wada, maka mereka bertanya kepada beliau Shalallahu Alaihi Wassalam :

📕 Berkatalah seorang laki-laki : ‘aku tidak merasa maka aku menggundul sebelum aku menyembelih’ ➡ Rasulullah menjawab : ‘sembelihlah, dan tidak masalah’. 📕 Kemudian datang yang lain berkata ‘aku tidak merasa, kemudian aku menyembelih sebelum melempar’ ➡ Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan : ‘lemparlah, dan tidak masalah’ Maka Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tidak ditanya hari tersebut tentang sesuatu dikedepankan atau diakhirkan, kecuali beliau Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan ‘Lakukanlah, dan tidak masalah’” (HR Bukhari Muslim)

HR Muslim dari Abdulah Ibnu Amr :

“Aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan beliau didatangi seorang laki-laki pada hari kurban dan beliau berdiri di dekat Jumroh. Maka laki-laki itu mengatakan 📕 ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menggundul sebelum aku melempar’ ➡ Rasulullah mengatakan ‘Lemparlah, maka tidak masalah’ 📕 Kemudian datang yang lain dan berkata ‘Sesungguhnya aku menyembelih sebelum aku melempar’ Beliau mengatakan ➡ ‘Lemparlah, dan tidak masalah. 📕 Dan datang yang lain dan berkata “aku thawaf ifadhah sebelum aku melempar’ ➡ Maka Rasulullah mengatakan ‘Lemparlah, dan tidak masalah’ maka tidaklah aku melihat beliau ditanya pada hari tersebut tentang sesuatu kecuali beliau mengatakan : lakukanlah oleh kalian dan tidak masalah.”

Dan di dalam shahih Bukhari dari Abdullah Ibnu Abbas rhadiyallahu anhuma beliau mengatakan :

📕 “Dahulu Nabi ditanya pada hari Kurban di Mina, ➡ maka beliau berkata “tidak masalah”. 📕 Maka beliau ditanya oleh seorang laki-laki yang berkata ‘aku menggundul sebelum aku menyembelih’. ➡ Beliau mengatakan ‘sembelihlah dan tidak masalah’. 📕 Laki-laki itu mengatakan ‘aku melempar setelah aku memasuki waktu sore’ ➡ maka Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan ‘tidak masalah’.

Dan dari Usamah bin Syariq beliau mengatakan :

“Aku keluar Haji bersama Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, maka manusia mendatangi beliau. Ada diantara mereka yang berkata ‘Ya Rasulullah aku melakukan sa’i sebelum aku thawaf atau aku mendahulukan sesuatu, atau mengakhirkan sesuatu” maka Nabi mengatakan ‘tidak masalah’ (HR Abu Daud, shahih, syarah Bukhari dan Muslim)

3⃣ Tiga diantara 4 amalan ini mempengaruhi tahalul :

Melempar Jumroh Aqobah

Mencukur

Thawaf Ifadhah

Adapun menyembelih hadyu tidak ada hubungannya dengan tahallul.

4⃣. Barangsiapa yang melakukan dua diantara 3 amalan diatas maka dia telah bertahallul awal, yaitu menjadi boleh baginya segala sesuatu yang dilarang ketika ihrom kecuali wanita.

Berkata Aisyah rhadiyallahu anhu :

“Aku dahulu memakaikan minyak wangi kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam sebelum beliau Ihrom, dan ketika sudah halal sebelum melakukan thawaf di rumah Allah” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketika sudah halal maksudnya ketika sudah tahallul awal karena beliau sudah melempar jumroh aqobah dan sudah menggundul rambut beliau.

Kalau sudah melakukan 3 amalan semuanya maka sudah tahallul yang kedua yaitu menjadi halal semuanya dan boleh mendatangi istrinya. (Alhamdulillah)

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar