Skip to main content

Panduan Umat Islam dalam menjalankan tuntunan ibadah sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah.

Mengenal Allāh ﷻ Dengan Nama-Nama Dan SifatNya

“Mengenal Allāh ﷻ Dengan Nama dan Sifat-Nya”. Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman :

ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ

“Dan Allāh memiliki nama-nama yang paling baik.” (QS Al-A’rāf: 180)

Dan Allāh ﷻ berfirman :

ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﻤَﺜَﻞُ ﭐﻟۡﺄَﻋۡﻠَﻰ

“Dan Allāh memiliki sifat-sifat yang paling tinggi.” (QS An-Nahl: 60)

Kita mengenal Allāh ﷻ dengan nama dan juga sifat tersebut.

✓ Kita mengenal Allāh ﷻ sebagai Dzat Yang Maha Penyayang karena Dia adalah Ar Rahmān Ar Rahīm.

✓ Dan kita mengenal Allāh ﷻ sebagai Dzat Yang Maha Pengampun karena Dia adalah Al-Ghafūr, dan seterusnya.

✓ Dan Allāh ﷻ mengabarkan di dalam Al-Qurān bahwasanya di antara sifat Allāh ﷻ adalah:

• Allāh ﷻ beristiwa’ di atas ‘Arsy.

• Allāh ﷻ memiliki dua tangan.

• Allāh ﷻ berada di atas.

✓ Dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya,

• Allāh ﷻ turun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam yang terakhir.

✓ Dan juga sifat-sifat yang lain.

Kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah menetapkan nama & juga sifat tersebut, karena Allāh ﷻ lebih tahu tentang diri-Nya daripada kita semua. Dan Rasūlullāh ﷺ lebih tahu tentang Allāh ﷻ daripada kita. Tidak boleh seorang Muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut. Dan tidak boleh dia menyerupakan, karena Allāh ﷻ berfirman:

ﻟَﻴۡﺲَ ﻛَﻤِﺜۡﻠِﻪِۦ ﺷَﻰۡﺀٌ۬ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﭐﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﭐﻟۡﺒَﺼِﻴﺮ

“Tidak ada yang serupa dengan Allāh dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Asy-Syūrā: 11)

Jadi yang benar, yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim adalah:

◆ Menetapkan nama dan juga sifat tersebut sebagaimana datangnya, sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allāh ﷻ, tanpa menyerupakan dan tanpa mentakwil nama dan juga sifat tersebut.

⇒ Mentakwil adalah menafsirkan nama dan sifat Allāh ﷻ bukan dengan maknanya yang benar.

Seperti;

• Mentakwil istiwā dengan kekuasaan.

• Mentakwil turunnya Allāh ﷻ dengan turunnya rahmat Allāh ﷻ.

• Dan lain-lain.

Ini adalah halaqah yang terakhir dari Silsilah Mengenal Allāh ﷻ.

Dan sampai bertemu kembali pada Silsilah berikutnya.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar