Skip to main content

Panduan Umat Islam dalam menjalankan tuntunan ibadah sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah.

Keyakinan Allāh ﷻ sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta

Mengenal Allāh ﷻ adalah bahwasanya “Keyakinan Allāh ﷻ sebagai Pencipta, Pemberi Rizki dan juga Pengatur Alam Semesta tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.

Kaum muslimin meyakini bahwasanya Allāh ﷻ sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta adalah sebuah kewajiban, yang tidak sah keimanan seseorang sampai meyakini yang demikian itu.

Namun ini tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam. Dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang yang Muslim dengan orang yang kāfir. Allāh ﷻ mengatakan di dalam Al-Qurān menceritakan tentang ucapan iblis.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

“Allāh berkata (kepada iblis): “Apa yang mencegahmu untuk sujud (kepada Ādam) ketika Aku memerintahkan kepadamu?” Iblis mengatakan: “Aku lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah.” (QS Al-A’rāf: 12)

Iblis mengenal bahwasanya Allāh ﷻ yang telah menciptakan dia.

Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya:

“Siapa yang menciptakan?

“Siapa yang memberikan rezeki kepada mereka?”

“Siapa yang mengatur alam semesta ini?”

Mereka mengatakan: “Allah”.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللهُ

“Dan seandainya engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka ‘Siapa yang menciptakan langit dan juga bumi?’, niscaya mereka mengatakan ‘Allāh’.” (QS Az-Zumār: 38)

Meskipun mereka meyakini hal yang demikian itu akan tetapi Rasūlullāh ﷺ memerangi mereka.

Kenapa demikian?

Karena mereka (orang-orang musyrikin Quraisy) tidak mentauhidkan (tidak mengEsakan) Allāh ﷻ di dalam beribadah. Oleh karena itu, disini seorang Muslim perlu dia mengetahui “Apa Pengertian Ibadah Dan Macam-macamnya” sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allāh.

Dan apakah yang dimaksud ibadah?

In syā Allāh akan kita bahas pada halaqah selanjutnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar